Terpantau Harga Gabah di Takalar Rp5.500/Kg, di Bawah Harga Yang DiTetapkan Pemerintah.
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Panen serentak di kabupaten Takalar diperkirakan Surplus gabah karena tidak ada gangguan hama tanaman padi.
Namun Alih-alih petani yang berharap dengan harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp6.500 per kilogramnya, tidak terealisasi dilapangan.
Terpantau oleh media, harga gabah kering panen hanya Rp5.500/kg. harga ini serentak di sepuluh kecamatan di kabupaten Takalar.
Ditengarai ada spekulan permainan harga oleh pedagang pengumpul di petani.
Kadis Pertanian Doktorandes Parawangsa yang dikonfirmasi Wartawan Dimensitv mengatakan akan turun dilapangan bersama dengan Dandim 14 06, untuk memantau perkembangan harga gabah.
Mestinya Dinas terkait gerak Cepat mengambil langkah antisipasi, tidak memberikan peluang waktu para tengkulak mempermainkan harga.
Sehingga program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan nasional aman sampai di daerah/ kabupaten kota.
Diduga spekulan memanfaatkan momentum hari lebaran, karena banyaknya kebutuhan petani untuk lebaran, sehingga harga hanya dipatok sebesar Rp5.500/kg.
Kepala gudang Bulog yang juga dikonfirmasi mengatakan, pihak Bulog sementara menghentikan pembelian karena adanya libur karyawan, dan mengatakan harga Rp5.500/kg itu bukan harga Bulog, tetapi harga tengkulak yang langsung di petani.
Menjelang lebaran diperkirakan sudah ratusan ton gabah petani terjual dengan harga Rp5.500.
Salah satu petani yang dikonfirmasi langsung mengatakan, Ternyata tengkulak lebih Dominan bermain dibawah harga yang ditetapkan pemerintah, Coba dibayangkan kalau selisih seribu rupiah per kilo, berapa kerugian petani, demikian disampaikan dengan nada kesal.
Sementara pemilik usaha UD Satria yang akrab di panggil Haji Sut te menanggapi bahwa, ada beberapa Faktor yang menyebabkan harga gabah turun, Pertama, karena kwalitas gabah petani, Faktor kedua, panen serentak disemua kabupaten di Sulawesi Selatan, Faktor ketiga, yaitu faktor cuaca, karena tidak semua mitra Bulog mempunyai mesin pengering, Sementara UD Satria tetap membeli gabah petani dengan harga yang di tetapkan pemerintah yaitu Rp6.500/kg.
(Natsir Tarang)